Wapres tindak lanjuti aspirasi keberlanjutan JLS Banyuwangi-Jember.

Wapres dalam kunjungan kerja tersebut menyerap aspirasi petani sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada gula nasional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2027.

Intelijen news.Info, Banyuwangi – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi petani tebu mengenai keberlanjutan pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Jika pembangunan jalan Jalur Lingkar Selatan Banyuwangi-Jember ini rampung, maka akan memangkas biaya operasional angkutan tebu milik petani asal Jember yang akan digiling ke Pabrik Gula Glenmore (Banyuwangi).

“Bapak/Ibu nanti masukan-masukannya akan segera kami tindak lanjuti,” kata Wapres Gibran saat berdialog dengan petani tebu di area perkebunan tebu Jolondoro, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Salah seorang petani tebu Jember, Siswono menyampaikan selama ini petani tebu mengirim hasil panen tebunya melalui jalur Gunung Gumitir yang jalannya sangat ekstrem dan membahayakan truk angkutan tebu.

“Kami berharap pemerintah pusat melanjutkan pembangunan JLS Banyuwangi-Jember yang tinggal sedikit lagi (sekitar 8 km) sudah tembus Jember-Banyuwangi melalui Glenmore,” katanya saat menyampaikan keluh kesahnya kepada Wapres Gibran.

Selain memudahkan rute truk angkutan tebu dari Jember ke pabrik gula di Banyuwangi, lanjut Siswono, Jalur Lingkar Selatan itu juga bisa meringankan biaya operasional khususnya transportasi hasil panen tebu.

“Harapan kami JLS Banyuwangi-Jember ini bisa dilaksanakan kembali pembangunannya dan tersambung,” kata Siswono.

Pembangunan JLS bakal mempercepat pergerakan ekonomi wilayah selatan, dilansir antara news
, dan akan ada denyut ekonomi baru dengan JLS tersebut, seperti peluang pariwisata dan pertanian yang terbuka.**