intelijen news info, Tajung Batu Kundur – Koperasi merah putih desa adalah lembaga ekonomi di tingkat desa atau kelurahan yang beranggotakan masyarakat setempat dan dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama.
Koperasi ini menjadi program pemerintah untuk menggerakkan ekonomi desa, memberdayakan masyarakat serta menyediakan akses ke layanan keuangan, kebutuhan pokok, dan pengembangan potensi lokal.
Sosialisasi ini diselengarakan bertempat di gedung balai Sri Gading, Jln. Ra Kartini, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
pada saat wawancara media ini dengan letkol Andit Pranata S.I.P bersama dengan pasiter Kodim Kapten Kav Tatang Rohimat juga turut dihadiri oleh Danramil 03/Kundur Kapten Cpl Eka S Nasution, serta intstansi pemerintahan sekepulawan kundur.
Dalam sosialisasi ini letkol Andit Pranata S.I.P menyampaikan kepala seluruh Desa, Kelurahan maupun koperasi merah putih sekecamatan kundur.
Dalam acara tersebut untuk memberikan informasi tentang adanya rencana pembangunan koperasi merah putih yang di rancangkan oleh presiden Repoblik Indonesia.
Hal Ini termasuk projek PSN yang mana harus kita realisasikan kedepanya sehingga bisa terbentuk dan terbangun yang dapat di manfaatkan oleh masarakat luas.
Pada saat ini kehadiran kami disini untu menseolisasikan tentang tugas kami bagaimana terkait dengan KMP ini, kami diperintahkan untuk melaksanakan pembangunan koperasi merah putih di desa maupun di kelurahan.
Adapun rencana kegiatan tersebut dengan gotong royong ataupun padat karya sehingga kami selaku Dandim ataupun Kodim 0317 di wilayah kami untuk segera melaksanakan perintah tersebut.
Rencana lokasi yang akan di bangun merupakan aset daerah nantinya
dan me menej persyaratan strategis juga luasnya minimal seribu meter persegi, jikapun kurang dari itu akan menjadi pertimbangan jika itu tidak memenuhi sarat. Minimal enam ratus meter persegi untuk bangunanya bisa terbangun. hal tidak memenuhi syarat tersebut maka di tunda pembangunanya sampai ada petunjuk lebih lanjut dari pucuk pimpinan dari pusat .
Pada waktu ditanya bila pelaksanaanya
bapak Andit Pranata menyampaikan, sejak mulai around breaking itu sudah dilaksanakan pembangunanya, namun untuk pembangunan tahap pertama ini dari presidan RI H Prabowo Subianto sampai dengan awal tahun minimal tiga puluh ribu gerai sudah berjalan di seluruh indonesia termasuk di seluruj wilayah mencapai 80 ribu unit untuk di wilayah kabupaten Karimun sendiri sesuai dengan jumlah Desa dan Kelurahan ada 71 titik gerai yang akan kita bangun.
Mengenai biaya untuk pembangunan ini ada dari pemerintah pusat yang digelontorkan melalui BUMN dan perseroan yang melaksanakan PKS untuk mereolisasinya bergandeng dengan TNI dan pelaksanaan dilapangan dilaksanakan oleh Kodim.
Sedangkan untuk dari pemerimtah daerah hanya menyiapkan pematangan lahan itu tugas dari pemda yang terkait.
Dalam langkah jangka panjang kedepanya bangunan yang di dirikan setelah selesai akan menjadi aset Desa atau aset daerah.ujarnya.(Yanuar).
























