PT.Timah.Tbk Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Nelayan Karimun,

Intelijen news info, Kuba Karimun – Jaring masih menjadi alat tangkap utama yang diandalkan oleh nelayan untuk menopang produktivitas dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Oleh karena itu, PT.TIimah ( Persero) Tbk secara berkelanjutan menyerahkan bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan di wilayah operasional perusahaan.(23-02-2026).

Sepertinya pekan lalu PT.Timah.Tbk kembali menyerahkan bantuan jaring alat tangkap ikan uang berupa jaring udang kepada KUB ( Kelompok Usaha Bersama ) sumur air mawar, desa sawang laut kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

Bagi nelayan, jaring bukan sekadar perlengkapan, mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. di tengah kenaikan harga alat perlengkapan melaut, keberadaan jaring yang layak pakai dinilai sangat menentukan hasil tangkapan.

Bantuan ini disambut dengan antusias oleh para anggota KUB sumur aIr mawar yang mayoritas nelayan tradisional yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan udang di perairan pesisir Pantai Kobel.

Ketua KUB sumur air mawar, Amri, disela-sela penerimaan bantuan mengemukakan, rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan, ini merupakan kali pertama kelompoknya menerima dukungan alat tangkap dari PT. Timah Tbk.

Alhamdulillah, Kami sangat antusias dan terima kasih kepada PT.Timah Tbk yang sudah membantu jaring. karena harga jaring sekarang tidak sebanding dengan penghasilan nelayan. Bantuan ini sangat kami harapkan, kata Amri.

Sekarang sedang memasuki musim udang dengan harga jual yang cukup baik. dengan alat tangkap baru, para nelayan optimistis hasil tangkapan dapat meningkat, dengan jaring baru tentu bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan, jelas Amri.

Sebagai nelayan tradisional, anggota KUB biasanya menangkap udang di pesisir pantai Kobel dengan hasil tangkapan yang tidak menentu. keterbatasan alat tangkap kerap menjadi kendala, jaring udang yang digunakan sering rusak dan harus diganti setiap tiga hingga empat bulan. Sementara itu harga alat tangkap terus mengalami kenaikan sedangkan harga jual udang tidak selalu stabil ujar Amri.

Penghasilan Kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau jaring rusak, mau beli baru terasa berat karena harga tidak seimbang dengan pendapatan, ucap Amri.

Dengan adanya bantuan jaring baru, nelayan tidak hanya dapat mengganti jaring yang rusak, tetapi juga menambah jumlah alat tangkap yang digunakan. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan ungkap Amri.

Menurut pantauan intelijenews.info dilapangan bantuan alat tangkap ini jelas menjadi bagian dari upaya PT.Timah. Tbk dalam upaya mendukung pemberdayaan pesisir masyarakat di wilayah operasional perusahaan.(Yan).